|
|
||||||
|
||||||
|
|
Iklan Kecik Untuk Pemasangan Iklan Baris untuk product apapun, silahkan kirim email ke :
Pemesanan dapat melalui :
admin@pikawan.com
============================================================ RO Water Filter for DRINKING WATER Promo Price Rp 1.799.000,- limited 50 units
Hasil pengukuran TDS (makin kecil makin baik) RO sekitar 60 Air isi ulang merk Aqua (jika asli) sekitar 70 Air PAM sekitar 160 - 200 Air Sumur sekitar 500 ke atas Reverse osmosis
adalah suatu proses pembalikan dari proses osmosis. Osmosis adalah proses
perpindahan larutan dari larutan dengan konsentrasi zat terlarut rendah menuju
larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi sampai terjadi
kesetimbangan konsentrasi. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tetapi aliran
larutan dapat diperlambat, dihentikan, dan bahkan dapat dibalikkan (hal ini
dikenal dengan istilah “Reverse Osmosis”). Reverse osmosis dilakukan dengan cara
memberikan tekanan pada bagian larutan dengan konsentrasi tinggi menjadi
melebihi tekanan pada bagian larutan dengan konsentrasi rendah. Sehingga larutan
akan mengalir dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Proses perpindahan
larutan terjadi melalui sebuah membran yang semipermeabel dan tekanan yang
diberikan adalah tekanan hidrostatik (Shun Dar Lin, 2001). Untuk mengilustrasikan
peristiwa reverse osmosis, bayangkan sebuah membran semipermeabel dengan air di
satu sisi dan larutan dengan konsentrasi zat terlarut tinggi di sisi lain.
Apabila terjadi peristiwa osmosis normal, air akan melewati membran menuju
larutan dengan konsentrasi tinggi. Pada peristiwa reverse osmosis, pada sisi
larutan dengan konsentrasi tinggi diberikan tekanan untuk mendorong molekul air
melewati membran menuju sisi larutan air (Gambar). Proses pemisahan ini akan
memisahkan antara zat terlarut pada salah satu sisi membran dan pelarut murni di
sisi yang lain.
Membran semipermeabel yang
digunakan pada reverse osmosis disebut membran reverse osmosis
(membran RO). Membran RO memiliki ukuran pori < 1 nm (http://www.lenntech.com/membrane-technology.htm).
Karena ukuran porinya yang sangat kecil, membran RO disebut juga membran tidak
berpori. Membran RO biasanya digunakan untuk pengolahan air, seperti pengolahan
air minum, desalinasi air laut, dan pengolahan limbah cair. Saat ini membran RO
juga banyak digunakan pada proses pengolahan air isi ulang. Karakteristik cairan
hasil pengolahan membran RO adalah sebagai berikut:
Pada pengolahan air minum,
seperti pengolahan air isi ulang, membran RO didesain untuk dapat melewatkan
molekul-molekul air dan menahan solid, seperti ion-ion garam. Membran RO dapat
memisahkan dan menyisihkan zat terlarut, zat organik, pirogen, koloid, virus,
dan bakteri dari air baku. Efisiensi penyisisihan membran RO untuk zat terlarut
total (TDS) dan bakteri masing-masing adalah 95-99% dan 99%. Sehingga pada akhir
proses akan dihasilkan air yang murni (http://www.lenntech.com/whatisro.htm). Efisiensi penyisihan membran RO
yang tinggi menyebabkan terjadinya penyisihan mineral-mineral alami pada air
baku. Mineral-mineral alami ini tidak hanya memberikan rasa yang enak pada air
tetapi juga membantu fungsi vital sistem tubuh. Air minum akan kurang sehat bagi
tubuh apabila kurang mengandung mineral-mineral ini (http://www.historyofwaterfilters.com/reverse-osmosis-pc.html).
Dengan kata lain, air murni yang dihasilkan oleh membran RO tidak sehat bagi
tubuh. Selain itu, membran RO memiliki keterbatasan dalam pengoperasiannya, di
antaranya:
·
Tekanan air baku
adalah antara 40 – 70 psig (800 – 1.000 psi).
·
Kekeruhan air baku
tidak boleh lebih dari 1 NTU.
·
pH operasi
berkisar antara 4 – 11.
·
TDS air baku
tidak boleh lebih dari 35.000 ppm. Nilai TDS yang lebih tinggi akan menurunkan
kecepatan produksi.
·
Suspended Solid
air baku; (dinyatakan
dengan SDI, Salt Density Index), harus kurang dari 5.
·
Sisa klor air baku
harus nol (0). Masalah lain yang sering
terjadi pada aplikasi membran RO adalah terjadinya
membrane fouling.
Membrane fouling adalah peristiwa menumpuknya zat terlarut pada
permukaan membran atau di dalam pori membran, sehingga kinerja membran akan
menurun. Apabila membran mengalami fouling, perlu dilakukan pencucian
dengan larutan kimia atau penggantian membran. Hal ini akan meningkatkan biaya
operasional (http://en.wikipedia.org/wiki/Membrane_fouling).
Bonus for You |
|||||||||||||
|
|
Copyright ©2005 pikawan.com |